Assessment Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar (Overview)
Oleh : Dr. Widya Ayu Puspita, SKM., M.Kes.
Anak merupakan individu unik yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan pesat. Salah satu perkembangan yang terjadi pada anak adalah fase mental, di antaranya adalah kemampuan untuk menganalisis kejadian di sekelilingnya serta mengamati dan mengatasi kesulitan yang dihadapi. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa ada anak yang mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan namun ada pula yang pantang menyerah walaupun mengalami kesulitan atau kegagalan berkali-kali. Riset Werner menyebutkan bahwa anak yang ulet tersebut tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesehatan baik. Masa depan penuh dengan tantangan, peluang setiap kesulitan dengan baik, serta menjawab setiap tuntutan yang semakin tinggi dalam perkembangan global. Generasi tangguh dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam segala kesulitan, tidak menjadi anak yang maladaptif, memiliki tingkat kesehatan fisik dan psikis yang baik, serta dapat menjadikan kesulitan sebagai tantangan dan peluang untuk maju dan berprestasi. Kemampuan untuk merespon kesulitan dan mengubahnya menjadi peluang dalam penelitian ini disebut sebagai Adversity Response.
Adversity Response sesungguhnya merupakan kombinasi dari kematangan sosial, emosi, dan kognitif, serta dapat dibentuk melalui pembiasaan sehingga dapat menjadi perilaku yang menetap. Kemampuan merespon kesulitan tersebut telah dapat diamati sejak anak berusia satu tahun, atau bayi dalam bentuk berbagai upaya dalam pemecahan masalah (problem solving). Kemampuan ini berkembang pesat pada usia pra sekolah dan dipengaruhi oleh banyaknya pengetahuan dan pengalaman anak dalam pemecahan masalah serta mengatasi kesulitan yang timbul. Berbagai bentuk yang muncul antara lain mengenal aturan dan mengendalikan diri (Bjorklund, 2005).
Penting diketahui tingkat Adversity Response anak sejak dini, sehingga dapat dilakukan upaya intervensi sedini mungkin apabila berada dalam kategori kurang atau tidak baik, guna mencegah dampat buruknya lebih lanjut dalam perkembangan kehidupan anak. Sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar, hendaknya diketahui kesiapannya, salah satunya adalah tingkat respon anak yang dapat diukur melalui suatu asesment dan evaluasi pada anak usia 5-6 tahun berdasarkan pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Selanjutnya perhatian yang serius dan upaya solusi untuk mengingkatkan Adversity Response dapat diberikan kepada anak yang memiliki kecenderungan Adversity Response sedang atau bahkan rendah, sementara untuk anak dengan Adversity Response tinggi perlu dipertahankan.
Dengan demikian, apabila intervensi yang tepat diberikan, diharapkan anak siap memasuki jenjang pendidikan dasar serta mampu menghadapi berbagai kesulitan ataupun tantangan.
Sumber : http://akeswari.wordpress.com/assessment-kesiapan-anak-masuk-sekolah-dasar-overview/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar